Selasa, 25 November 2025

LAPORAN PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN MENDALAM

  

LAPORAN PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN MENDALAM

Peningkatan Mutu Proses pembelajaran di Sekolah Melalui Prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Oleh

..............................................................................................................................................

SMP Negeri 1 Moyo Hilir

 

 

 

 

 

 

 


              SMP NEGERI 1 MOYO HILIR

Jalan Pendidikan Nomor 06 Moyo

Kecamatan Moyo Hilir

      KABUPATEN SUMBAWA

NUSA TENGGARA BARAT

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam ini dapat disusun dengan baik.

Laporan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip utama pembelajaran mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sebagaimana diamanatkan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Sebagai kepala sekolah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses pengembangan karakter, nilai, dan kesadaran diri peserta didik.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan kesadaran reflektif bagi guru dan siswa, menjadikan pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata, serta menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Laporan ini disusun untuk mendokumentasikan proses dan hasil pelaksanaan program pembelajaran mendalam di lingkungan sekolah, mulai dari tahap asses, design, implement, measure, reflect, hingga change, sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi, inspirasi, serta acuan bagi pengembangan praktik pembelajaran yang lebih baik di masa mendatang.

Demikian kata pengantar ini kami sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam melanjutkan langkah menuju pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar .................................................................................................

i


Daftar Isi ........................................................................................................

ii


BAB I PENDAHULUAN

1


A.    Latar Belakang Masalah

2


B.     Tujuan Penyusunan Program

3


C.     Hasil Yang Diharapkan

4


BAB II KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

7


A.       Asses (Uraian tahapan identifikasi kebutuhan, tantangan, dan peluang dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di Satuan Pendidikan).

7


B.       Design (Uraian strategi dan program untuk meningkatkan Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam)

7


C.       Implement (Uraian strategi/metode dan langkah-langkah/tahapan pengelolaan Pembelajaran Mendalam)

7


D.       Measure, Reflect and Change (Uraikan proses evaluasi efektivitas program, refleksi pelaksanaan program, dan upaya berkelanjutan untuk perbaikan pengelolaan Program Mendalam)

 

9

 

BAB III  Kesimpulan dan Saran

9

 

A.    Kesimpulan

11

 

B.    Saran

12

8

LAMPIRAN

12

8

1.        Jurnal Harian

13

10

2.        Dokumentasi Kegiatan

3.        Instrumen Monev

15

12

4.        Surat Undangan

5.        Surat Tugas

17

12

 

 

1

 

BAB I

P E N D A H U L U A N

 

A.       Latar Belakang Masalah

Pembelajaran yang menggembirakan merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangkitkan motivasi, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tema ini dipilih karena pentingnya menciptakan suasana yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menyenangkan, agar siswa merasa lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan kesadaran diri, makna belajar, dan kegembiraan dalam belajar.
Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, guru perlu menumbuhkan suasana belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta mampu merefleksikan proses belajarnya. Prinsip berkesadaran menuntun peserta didik untuk memahami tujuan dan proses belajarnya; bermakna mengarahkan pembelajaran agar relevan dengan kehidupan nyata; dan menggembirakan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memotivasi.
Oleh karena itu, perlu disusun Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam (RTLPM) sebagai bentuk upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di jenjang SMP.

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan potensi peserta didik secara utuh melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader) untuk memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. Namun, dalam praktik di lapangan, masih terdapat tantangan seperti rutinitas pembelajaran yang cenderung berorientasi pada capaian akademik semata, keterlibatan siswa yang belum optimal, dan kurangnya refleksi dalam proses belajar.

Oleh karena itu, pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam (RTLPM) oleh kepala sekolah ini difokuskan untuk memperkuat peran sekolah dalam menggerakkan ekosistem pembelajaran yang lebih sadar, bermakna, dan menggembirakan bagi seluruh warga sekolah.

 

 

Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi kepala sekolah bersama guru, ditemukan beberapa permasalahan utama:

  1. Kesadaran reflektif guru dan siswa dalam proses belajar masih rendah.
  2. Relevansi pembelajaran terhadap konteks kehidupan nyata siswa belum sepenuhnya kuat.
  3. Suasana belajar di beberapa kelas masih cenderung monoton dan kurang menggembirakan.
  4. Kolaborasi antar guru dalam merancang pembelajaran mendalam masih terbatas

B.       Tujuan Penyusunan Program

Tujuan dari pelaksanaan RTLPM ini adalah:

  1. Menumbuhkan budaya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di lingkungan sekolah.
  2. Memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang inspiratif dan reflektif.
  3. Mendorong guru agar mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran mendalam secara konsisten.
  4. Mengembangkan sistem pemantauan dan refleksi berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran di sekolah.

C.      Hasil Yang Diharapkan

Melalui pelaksanaan program ini diharapkan:

  1. Guru memiliki kemampuan reflektif dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran.
  2. Siswa memiliki pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.
  3. Terwujudnya budaya kolaboratif antar pendidik untuk mengembangkan pembelajaran mendalam.
  4. Sekolah menjadi lingkungan belajar yang positif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter Siswa.

 

BAB II

LAPORAN KEGIATAN

 

A.      Asses (Uraian tahapan identifikasi kebutuhan, tantangan, dan peluang dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di Satuan Pendidikan)

Tahapan Assess dilakukan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi aktual, kebutuhan, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan.
Kegiatan ini dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta refleksi bersama tim kurikulum dan peserta didik.

1. Kebutuhan yang Teridentifikasi

·         Diperlukan peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

·         Perlunya sistem refleksi rutin untuk menumbuhkan kesadaran guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

·         Diperlukan model pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SMP.

·         Penguatan kolaborasi antar guru untuk menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan bermakna.

2. Tantangan yang Dihadapi

·         Sebagian guru masih berfokus pada pencapaian akademik semata, belum optimal dalam menumbuhkan kesadaran reflektif siswa.

·         Kurangnya variasi strategi pembelajaran yang melibatkan kreativitas dan kegembiraan siswa.

·         Keterbatasan waktu dan sarana dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek.

·         Perbedaan kemampuan guru dalam memahami dan menerapkan prinsip pembelajaran mendalam.

3. Peluang yang Ditemukan

·         Dukungan penuh dari kepala sekolah dan tim kurikulum terhadap inovasi pembelajaran.

·         Adanya semangat kolaboratif di kalangan guru muda untuk berinovasi dalam pembelajaran.

·         Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan berbasis proyek dan refleksi kelompok.

·         Pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran yang interaktif dan menggembirakan.

B.       Design (Uraian strategi dan program untuk meningkatkan Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam)

Berdasarkan hasil asesmen awal, kepala sekolah bersama tim pengembang kurikulum menyusun strategi dan program untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran mendalam yang mencakup tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

1. Strategi Umum

·         Mengintegrasikan nilai-nilai Profil lulusan dalam setiap rancangan pembelajaran.

·         Menyusun sistem refleksi guru dan siswa sebagai bagian dari budaya belajar sekolah.

·         Mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan game-based learning.

·         Menyediakan ruang kolaboratif bagi guru untuk berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran.

2. Program Unggulan yang Dirancang

No

Nama Program

Fokus Utama

Tujuan

1

Refleksi Pagi dan Jurnal Harian Belajar

Berkesadaran

Menumbuhkan kesadaran diri siswa dan guru terhadap tujuan serta proses belajar.

2

Proyek Kontekstual Sekolahku Ramah Lingkungan

Bermakna

Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata di lingkungan sekolah.

3

Belajar Sambil Bermain dan Berkreasi

Menggembirakan

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif.

4

Lesson Study dan Refleksi Guru

Berkesadaran dan Bermakna

Mengembangkan profesionalisme guru melalui refleksi dan kolaborasi.

 

 

 

 

 

C.      Implement ( Uraian strategi/metode dan langkah-langkah/tahapan pengelolaan Pembelajaran Mendalam)

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan sistematis agar berjalan efektif dan terarah.

1. Strategi dan Metode Pelaksanaan

·         Strategi Berkesadaran:

Guru dan siswa melakukan refleksi di awal dan akhir pembelajaran. Guru menulis jurnal reflektif pascapengajaran untuk mengevaluasi prosesnya.

·         Strategi Bermakna:

Pembelajaran dikaitkan dengan konteks nyata melalui pendekatan proyek, studi kasus, atau kegiatan lapangan.

·         Strategi Menggembirakan:

Pembelajaran dilaksanakan dengan metode partisipatif, seperti permainan edukatif, simulasi, dan kegiatan kreatif berbasis kelompok.

2. Langkah-langkah / Tahapan Pengelolaan

Tahapan Pengelolaan

Langkah Konkret

Hasil yang Diharapkan

1. Perencanaan

a.    Kepala sekolah menyusun kalender program pembelajaran mendalam

b.   Guru menyusun RPP dan modul ajar yang menekankan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan

c.    Menetapkan jadwal, sasaran, dan indikator keberhasilan program.

- Tersusunnya kalender program dan perangkat ajar yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam.- Seluruh guru memahami arah dan fokus program.

2. Pelaksanaan

a.    Guru menerapkan pembelajaran mendalam di kelas sesuai jadwal.- Kegiatan pembelajaran disertai refleksi guru dan siswa setelah pelajaran.

b.    Kepala sekolah melakukan observasi dan pendampingan langsung ke kelas.

- Proses pembelajaran berjalan sesuai prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.- Guru dan murid aktif merefleksikan proses belajar.

3. Monitoring

a.    Kepala sekolah dan tim kurikulum melakukan supervisi rutin terhadap pelaksanaan program.

b.    Mengumpulkan laporan guru dan umpan balik siswa.- Mengidentifikasi efektivitas strategi pembelajaran dan keterlibatan murid.

- Diperoleh data autentik tentang efektivitas dan respons siswa.- Tersedianya dasar untuk perbaikan strategi pembelajaran.

4. Evaluasi Sementara

a.    Mengumpulkan hasil supervisi, refleksi guru, dan data monitoring.

b.    Melaksanakan rapat evaluasi bulanan untuk meninjau kemajuan dan kendala program.

c.    Menyusun rekomendasi tindak lanjut perbaikan.

- Terlaksananya evaluasi kolaboratif dan berkelanjutan.- Teridentifikasi langkah perbaikan untuk periode berikutnya.

 

D.   Measure, Reflect, and Change (Evaluasi Efektivitas, Refleksi, dan Upaya Perbaikan Berkelanjutan)

Pelaksanaan program, dan upaya berkelanjutan untuk perbaikan pengelolaan Program Mendalam).

Tahapan / Komponen

Kegiatan / Langkah Konkret

Hasil / Dampak yang Diharapkan

1. Measure (Evaluasi Efektivitas Program)

a.    Melakukan evaluasi kualitatif dan kuantitatif terhadap pelaksanaan program menggunakan berbagai instrumen:

b.   Observasi kelas untuk menilai keterlibatan siswa dan kreativitas guru. • Kuesioner refleksi guru untuk mengukur kesadaran dan inovasi pembelajaran.

c.    Umpan balik siswa untuk mengetahui tingkat kegembiraan dan makna belajar. Rapat evaluasi bulanan untuk meninjau kemajuan dan tantangan.

- Peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran.- Guru lebih terlibat dan kreatif dalam mengajar.- Terbangunnya suasana kelas yang positif, interaktif, dan menyenangkan.

2. Reflect (Refleksi Pelaksanaan Program)

a.    Melakukan refleksi kolektif antara kepala sekolah dan guru untuk menilai efektivitas strategi pembelajaran mendalam.

b.   Mengidentifikasi keberhasilan, kendala, serta pembelajaran yang diperoleh selama implementasi program.

c.    Menguatkan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang humanis dan inspiratif.

- Guru semakin sadar pentingnya refleksi dalam praktik mengajar.- Siswa memahami makna belajar sebagai proses pengembangan diri, bukan sekadar nilai.- Terbangunnya budaya refleksi di sekolah meski membutuhkan waktu dan konsistensi.

3. Change (Upaya Berkelanjutan dan Tindak Lanjut)

Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi, ditetapkan tindak lanjut untuk perbaikan berkelanjutan:

a.   Menetapkan jadwal refleksi mingguan bagi guru dan siswa.

b.  Mengembangkan Komunitas Praktik Guru (Lesson Study) untuk berbagi praktik baik.

c.   Menyusun Panduan Internal Sekolah tentang pembelajaran mendalam.

d.  Meningkatkan fasilitas belajar yang mendukung pembelajaran kreatif dan kolaboratif.

e.   Mendiseminasikan praktik baik melalui forum MKKS atau kegiatan jejaring antar sekolah.

- Terbangunnya budaya belajar reflektif dan kolaboratif di sekolah.- Terwujudnya sistem pengelolaan pembelajaran mendalam yang berkelanjutan.- Sekolah menjadi pusat inspirasi bagi pengembangan pembelajaran bermakna dan menggembirakan.

 

Dengan demikian, sekolah terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sejalan dengan visi Profil Pelajar Pancasila dan semangat Kurikulum Merdeka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.      Kesimpulan

Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah. Prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan menjadi landasan kuat dalam membangun ekosistem belajar yang berorientasi pada karakter, kolaborasi, dan kebahagiaan belajar.
Keterlibatan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran terbukti mampu menginspirasi dan menggerakkan guru untuk terus berinovasi.

B.       Saran

  1. Kepala sekolah perlu mempertahankan dan memperluas praktik refleksi kolektif antar guru.
  2. Dinas pendidikan diharapkan memberikan dukungan pelatihan lanjutan terkait pembelajaran mendalam.
  3. Perlu integrasi antara hasil refleksi guru dan rencana pengembangan sekolah secara berkelanjutan.

4.      Perlu adanya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dalam bentuk pelatihan dan fasilitas.

5.      Guru perlu terus berinovasi dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada siswa.

6.      Refleksi dan kolaborasi antar guru perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga keberlanjutan program.

 

 

 

 

 

L A M P I R A N

 

1.         Jurnal Harian

2.          Dokumentasi Kegiatan

3.          Instrumen Monev

4.          Surat Undangan

5.          Surat Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.      JURNAL HARIAN

No

Hari / Tanggal

Kegiatan Kepala Sekolah

Catatan Penting / Hasil Refleksi

1

Sabtu, 19 Juli 2025

Rapat awal semester membahas penguatan prinsip pembelajaran mendalam.

Guru antusias; disepakati fokus pada refleksi rutin dan pembelajaran kontekstual.

2

Jumat, 25 Juli 2025

Supervisi kelas VII: Observasi pembelajaran berbasis proyek.

Siswa terlihat aktif dan mampu bekerja sama; guru akan memperbaiki rubrik penilaian.

3

Kamis, 31 Juli 2025

IHT Implementasi Pembelajaran Mendalam

a.       Meningkatkan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran mendalam (deep learning).

b.      Mempersiapkan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa.

c.       Menyusun rencana tindak lanjut implementasi pembelajaran mendalam di sekolah

4

Rabu, 8

September 2025

Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan Keseluruh warga sekolah

Memperkuat pemahaman seluruh warga sekolah tentang visi misi dan tujuan sekolah

5

Rabu, 8 Oktober 2025

IHT Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran mendalam ( Kecerdasan Artufisial dan coding )

a.    Meningkatkan pemahaman guru tentang peran teknologi (terutama AI dan coding) dalam mendukung pembelajaran mendalam.

b.    Mempersiapkan guru untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif, aman, dan bermakna dalam proses pembelajaran.

c.    Memberikan pelatihan praktis pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengenalan coding bagi peserta didik.

 

2.      DOKUMENTASI KEGIATAN

A.           Rapat awal semester membahas penguatan prinsip pembelajaran mendalam. 

B.            Supervisi kelas VIII: Observasi Pembelajaran 

C.           IHT Implementasi Pembelajaran Mendalam 

D.           Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan Keseluruh warga sekolah

E.            IHT Pemanfaatan teknologi dalam pemeblajaran mendalam ( Kecerdasan Artufisial dan coding )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      INSTRUMEN MONEV

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(Prinsip: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)

Identitas Responden

1. Nama Guru             : _____________________________________

2. Mata Pelajaran        : _____________________________________

3. Jenjang Kelas          : _____________________________________

4. Sekolah                   : _____________________________________

No

Aspek yang Dinilai

Indikator Penilaian

Skor Penilaian (1–4)

A. Aspek Perencanaan (Planning)

1

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Guru menyusun rencana pembelajaran yang mencantumkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

1 2 3 4

2

Keterpaduan Tujuan dan Profil Pelajar Pancasila

Tujuan pembelajaran disusun sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

1 2 3 4

3

Kesesuaian Strategi Pembelajaran

Metode dan pendekatan yang digunakan mendukung pembelajaran mendalam (reflektif, kolaboratif, dan kontekstual).

1 2 3 4

4

Perencanaan Refleksi Guru dan Siswa

Terdapat jadwal dan alat refleksi yang disiapkan guru untuk menilai proses belajar.

1 2 3 4

B. Aspek Pelaksanaan (Implementasi)

5

Penerapan Prinsip Berkesadaran

Guru dan siswa menunjukkan kesadaran terhadap tujuan dan proses pembelajaran.

1 2 3 4

6

Pembelajaran Bermakna

Kegiatan belajar dikaitkan dengan konteks nyata dan pengalaman siswa.

1 2 3 4

7

Pembelajaran Menggembirakan

Suasana belajar kondusif, interaktif, dan menyenangkan; siswa aktif berpartisipasi.

1 2 3 4

8

Refleksi dalam Pembelajaran

Guru memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan refleksi terhadap apa yang dipelajari.

1 2 3 4

9

Kolaborasi dan Interaksi

Terjadi interaksi positif antara guru dan siswa serta antar siswa dalam kegiatan belajar.

1 2 3 4

C. Aspek Monitoring dan Evaluasi

10

Kegiatan Supervisi Akademik

Kepala sekolah melakukan monitoring pembelajaran mendalam secara berkala.

1 2 3 4

11

Evaluasi Efektivitas Program

Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran mendalam.

1 2 3 4

12

Pelibatan Guru dalam Refleksi

Guru terlibat aktif dalam kegiatan refleksi bersama kepala sekolah atau tim kurikulum.

1 2 3 4

D. Aspek Tindak Lanjut (Follow Up)

13

Tindak Lanjut Hasil Evaluasi

Ditemukan rekomendasi dan langkah konkret setelah evaluasi pembelajaran.

1 2 3 4

14

Penguatan Budaya Reflektif

Sekolah membangun kebiasaan refleksi rutin bagi guru dan siswa.

1 2 3 4

15

Pengembangan Praktik Baik

Hasil praktik baik pembelajaran mendalam didokumentasikan dan disebarluaskan.

1 2 3 4

 

Keterangan Skor:

 

Skor

Kriteria Penilaian

4

Sangat Baik – Aspek terlaksana sepenuhnya dan berdampak positif terhadap pembelajaran.

3

Baik – Aspek terlaksana dengan baik namun perlu sedikit perbaikan.

2

Cukup – Aspek terlaksana sebagian namun belum konsisten.

1

Kurang – Aspek belum terlaksana atau tidak sesuai prinsip pembelajaran mendalam.

 

Hasil Akhir dan Interpretasi

Rentang Nilai Rata-rata

Kategori

Interpretasi

3.51 – 4.00

Sangat Baik

Pembelajaran mendalam terlaksana dengan optimal dan berkelanjutan.

2.51 – 3.50

Baik

Pembelajaran mendalam terlaksana dengan baik namun perlu penguatan.

1.51 – 2.50

Cukup

Pembelajaran mendalam mulai diterapkan tetapi belum konsisten.

1.00 – 1.50

Kurang

Pembelajaran mendalam belum terlaksana secara efektif.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar