LAPORAN
PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN MENDALAM
Peningkatan
Mutu Proses pembelajaran di Sekolah Melalui Prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Oleh
..............................................................................................................................................
SMP
Negeri 1 Moyo Hilir
SMP NEGERI 1 MOYO HILIR
Jalan
Pendidikan Nomor 06 Moyo
Kecamatan
Moyo Hilir
KABUPATEN SUMBAWA
NUSA
TENGGARA BARAT
KATA
PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan Pelaksanaan
Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam ini dapat disusun dengan
baik.
Laporan ini merupakan bentuk
komitmen sekolah dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip utama pembelajaran
mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,
sebagaimana diamanatkan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
Sebagai kepala sekolah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa
seluruh proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada hasil
akademik, tetapi juga pada proses pengembangan karakter, nilai, dan kesadaran
diri peserta didik.
Melalui kegiatan tindak lanjut
ini, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan kesadaran
reflektif bagi guru dan siswa, menjadikan pembelajaran relevan dengan kehidupan
nyata, serta menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan menumbuhkan
semangat belajar sepanjang hayat.
Laporan ini disusun untuk
mendokumentasikan proses dan hasil pelaksanaan program pembelajaran mendalam di
lingkungan sekolah, mulai dari tahap asses, design, implement, measure,
reflect, hingga change, sebagai upaya berkelanjutan
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kami mengucapkan terima kasih
kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik yang telah
berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga laporan ini dapat
menjadi bahan evaluasi, inspirasi, serta acuan bagi pengembangan praktik
pembelajaran yang lebih baik di masa mendatang.
Demikian kata pengantar ini kami
sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan
kekuatan kepada kita semua dalam melanjutkan langkah menuju pendidikan yang
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
DAFTAR ISI
|
Kata Pengantar ................................................................................................. |
i |
|
|
Daftar Isi
........................................................................................................ |
ii |
|
|
BAB I PENDAHULUAN |
1 |
|
|
A.
Latar Belakang Masalah |
2 |
|
|
B.
Tujuan Penyusunan Program |
3 |
|
|
C.
Hasil Yang Diharapkan |
4 |
|
|
BAB II KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN |
7 |
|
|
A.
Asses (Uraian tahapan identifikasi kebutuhan,
tantangan, dan peluang dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di Satuan
Pendidikan). |
7 |
|
|
B.
Design (Uraian strategi dan program untuk meningkatkan
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam) |
7 |
|
|
C.
Implement (Uraian strategi/metode dan
langkah-langkah/tahapan pengelolaan Pembelajaran Mendalam) |
7 |
|
|
D.
Measure, Reflect and Change (Uraikan proses
evaluasi efektivitas program, refleksi pelaksanaan program, dan upaya
berkelanjutan untuk perbaikan pengelolaan Program Mendalam)
|
9 |
|
|
BAB III Kesimpulan dan Saran |
9 |
|
|
A. Kesimpulan |
11 |
|
|
B. Saran |
12 |
8 |
|
LAMPIRAN |
12 |
8 |
|
1.
Jurnal Harian |
13 |
10 |
|
2.
Dokumentasi Kegiatan 3.
Instrumen Monev |
15 |
12 |
|
4.
Surat Undangan 5.
Surat Tugas |
17 |
12 |
|
|
|
1 |
BAB I
P E N D A H U L U A N
A.
Latar
Belakang Masalah
Pembelajaran
yang menggembirakan merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan untuk
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangkitkan motivasi, dan
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tema ini dipilih karena
pentingnya menciptakan suasana yang tidak hanya mendidik, tetapi juga
menyenangkan, agar siswa merasa lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti
proses pembelajaran.
Pembelajaran mendalam merupakan
pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses
belajar. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik,
tetapi juga pada pengembangan kesadaran diri, makna belajar, dan kegembiraan
dalam belajar.
Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, guru perlu menumbuhkan suasana
belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta mampu
merefleksikan proses belajarnya. Prinsip berkesadaran menuntun
peserta didik untuk memahami tujuan dan proses belajarnya; bermakna
mengarahkan pembelajaran agar relevan dengan kehidupan nyata; dan menggembirakan
menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memotivasi.
Oleh karena itu, perlu disusun Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam
(RTLPM) sebagai bentuk upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran di jenjang SMP.
Dalam
implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan
potensi peserta didik secara utuh melalui pengalaman belajar yang berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan. Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai
pemimpin pembelajaran (instructional leader) untuk memastikan seluruh
proses belajar mengajar berjalan sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. Namun,
dalam praktik di lapangan, masih terdapat tantangan seperti rutinitas
pembelajaran yang cenderung berorientasi pada capaian akademik semata,
keterlibatan siswa yang belum optimal, dan kurangnya refleksi dalam proses
belajar.
Oleh
karena itu, pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Pembelajaran Mendalam (RTLPM)
oleh kepala sekolah ini difokuskan untuk memperkuat peran sekolah dalam
menggerakkan ekosistem pembelajaran yang lebih sadar, bermakna, dan
menggembirakan bagi seluruh warga sekolah.
Berdasarkan
hasil pengamatan dan refleksi kepala sekolah bersama guru, ditemukan beberapa
permasalahan utama:
- Kesadaran
reflektif
guru dan siswa dalam proses belajar masih rendah.
- Relevansi
pembelajaran
terhadap konteks kehidupan nyata siswa belum sepenuhnya kuat.
- Suasana
belajar
di beberapa kelas masih cenderung monoton dan kurang menggembirakan.
- Kolaborasi
antar guru
dalam merancang pembelajaran mendalam masih terbatas
B.
Tujuan Penyusunan Program
Tujuan
dari pelaksanaan RTLPM ini adalah:
- Menumbuhkan
budaya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di
lingkungan sekolah.
- Memperkuat
peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang inspiratif dan
reflektif.
- Mendorong
guru agar mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran mendalam secara
konsisten.
- Mengembangkan
sistem pemantauan dan refleksi berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran
di sekolah.
C.
Hasil Yang Diharapkan
Melalui
pelaksanaan program ini diharapkan:
- Guru
memiliki kemampuan reflektif dalam merancang dan mengevaluasi
pembelajaran.
- Siswa
memiliki pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.
- Terwujudnya
budaya kolaboratif antar pendidik untuk mengembangkan pembelajaran
mendalam.
- Sekolah
menjadi lingkungan belajar yang positif, partisipatif, dan berorientasi
pada pengembangan karakter Siswa.
BAB II
LAPORAN KEGIATAN
A. Asses (Uraian tahapan identifikasi kebutuhan,
tantangan, dan peluang dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di Satuan
Pendidikan)
Tahapan Assess
dilakukan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi aktual, kebutuhan,
tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam di satuan
pendidikan.
Kegiatan ini dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta
refleksi bersama tim kurikulum dan peserta didik.
1.
Kebutuhan yang Teridentifikasi
·
Diperlukan peningkatan kapasitas guru dalam
menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
·
Perlunya sistem refleksi rutin untuk menumbuhkan
kesadaran guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
·
Diperlukan model pembelajaran yang kontekstual
dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SMP.
·
Penguatan kolaborasi antar guru untuk
menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan bermakna.
2.
Tantangan yang Dihadapi
·
Sebagian guru masih berfokus pada pencapaian
akademik semata, belum optimal dalam menumbuhkan kesadaran reflektif siswa.
·
Kurangnya variasi strategi pembelajaran yang
melibatkan kreativitas dan kegembiraan siswa.
·
Keterbatasan waktu dan sarana dalam
mengembangkan pembelajaran berbasis proyek.
·
Perbedaan kemampuan guru dalam memahami dan
menerapkan prinsip pembelajaran mendalam.
3.
Peluang yang Ditemukan
·
Dukungan penuh dari kepala sekolah dan tim
kurikulum terhadap inovasi pembelajaran.
·
Adanya semangat kolaboratif di kalangan guru
muda untuk berinovasi dalam pembelajaran.
·
Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan berbasis
proyek dan refleksi kelompok.
·
Pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana
pembelajaran yang interaktif dan menggembirakan.
B.
Design (Uraian strategi dan program
untuk meningkatkan Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam)
Berdasarkan hasil asesmen awal,
kepala sekolah bersama tim pengembang kurikulum menyusun strategi dan program
untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran mendalam yang mencakup tiga prinsip
utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
1.
Strategi Umum
·
Mengintegrasikan nilai-nilai Profil lulusan dalam setiap
rancangan pembelajaran.
·
Menyusun sistem refleksi guru dan siswa sebagai
bagian dari budaya belajar sekolah.
·
Mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek
(Project-Based Learning) dan game-based learning.
·
Menyediakan ruang kolaboratif bagi guru untuk
berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran.
2. Program
Unggulan yang Dirancang
|
No |
Nama Program |
Fokus Utama |
Tujuan |
|
1 |
Refleksi Pagi dan
Jurnal Harian Belajar |
Berkesadaran |
Menumbuhkan kesadaran diri siswa dan
guru terhadap tujuan serta proses belajar. |
|
2 |
Proyek Kontekstual
Sekolahku Ramah Lingkungan |
Bermakna |
Mengaitkan pembelajaran dengan
kehidupan nyata di lingkungan sekolah. |
|
3 |
Belajar Sambil
Bermain dan Berkreasi |
Menggembirakan |
Menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan partisipatif. |
|
4 |
Lesson Study dan
Refleksi Guru |
Berkesadaran dan Bermakna |
Mengembangkan profesionalisme guru
melalui refleksi dan kolaborasi. |
C.
Implement ( Uraian strategi/metode
dan langkah-langkah/tahapan pengelolaan Pembelajaran Mendalam)
Pelaksanaan program dilakukan
secara bertahap dan sistematis agar berjalan efektif dan terarah.
1. Strategi dan
Metode Pelaksanaan
·
Strategi Berkesadaran:
Guru dan siswa
melakukan refleksi di awal dan akhir pembelajaran. Guru menulis jurnal
reflektif pascapengajaran untuk mengevaluasi prosesnya.
·
Strategi Bermakna:
Pembelajaran
dikaitkan dengan konteks nyata melalui pendekatan proyek, studi kasus, atau
kegiatan lapangan.
·
Strategi Menggembirakan:
Pembelajaran
dilaksanakan dengan metode partisipatif, seperti permainan edukatif, simulasi,
dan kegiatan kreatif berbasis kelompok.
2. Langkah-langkah
/ Tahapan Pengelolaan
|
Tahapan Pengelolaan |
Langkah Konkret |
Hasil yang Diharapkan |
|
1. Perencanaan |
a. Kepala sekolah menyusun kalender
program pembelajaran mendalam b. Guru menyusun RPP dan modul ajar
yang menekankan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan c. Menetapkan jadwal, sasaran, dan
indikator keberhasilan program. |
- Tersusunnya kalender program dan
perangkat ajar yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam.- Seluruh
guru memahami arah dan fokus program. |
|
2. Pelaksanaan |
a. Guru menerapkan pembelajaran
mendalam di kelas sesuai jadwal.- Kegiatan pembelajaran disertai refleksi
guru dan siswa setelah pelajaran. b. Kepala sekolah melakukan observasi
dan pendampingan langsung ke kelas. |
- Proses pembelajaran berjalan
sesuai prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.- Guru dan murid
aktif merefleksikan proses belajar. |
|
3. Monitoring |
a. Kepala sekolah dan tim kurikulum
melakukan supervisi rutin terhadap pelaksanaan program. b. Mengumpulkan laporan guru dan
umpan balik siswa.- Mengidentifikasi efektivitas strategi pembelajaran
dan keterlibatan murid. |
- Diperoleh data autentik tentang
efektivitas dan respons siswa.- Tersedianya dasar untuk perbaikan strategi
pembelajaran. |
|
4. Evaluasi Sementara |
a. Mengumpulkan hasil supervisi, refleksi
guru, dan data monitoring. b. Melaksanakan rapat evaluasi
bulanan untuk meninjau kemajuan dan kendala program. c. Menyusun rekomendasi tindak lanjut
perbaikan. |
- Terlaksananya evaluasi
kolaboratif dan berkelanjutan.- Teridentifikasi langkah perbaikan untuk
periode berikutnya. |
D. Measure,
Reflect, and Change (Evaluasi Efektivitas, Refleksi, dan Upaya Perbaikan Berkelanjutan)
Pelaksanaan
program, dan upaya berkelanjutan untuk perbaikan pengelolaan Program Mendalam).
|
Tahapan / Komponen |
Kegiatan / Langkah Konkret |
Hasil / Dampak yang Diharapkan |
|
1. Measure (Evaluasi Efektivitas
Program) |
a. Melakukan evaluasi kualitatif
dan kuantitatif terhadap pelaksanaan program menggunakan berbagai
instrumen: b. Observasi kelas untuk menilai keterlibatan siswa
dan kreativitas guru. • Kuesioner refleksi guru untuk mengukur
kesadaran dan inovasi pembelajaran. c. Umpan balik siswa untuk mengetahui tingkat kegembiraan
dan makna belajar. Rapat evaluasi bulanan untuk meninjau kemajuan dan
tantangan. |
- Peningkatan partisipasi siswa
dalam pembelajaran.- Guru lebih terlibat dan kreatif dalam mengajar.-
Terbangunnya suasana kelas yang positif, interaktif, dan menyenangkan. |
|
2. Reflect (Refleksi Pelaksanaan
Program) |
a. Melakukan refleksi kolektif
antara kepala sekolah dan guru untuk menilai efektivitas strategi
pembelajaran mendalam. b. Mengidentifikasi keberhasilan,
kendala, serta pembelajaran yang diperoleh selama implementasi program. c. Menguatkan peran kepala sekolah
sebagai pemimpin pembelajaran yang humanis dan inspiratif. |
- Guru semakin sadar pentingnya
refleksi dalam praktik mengajar.- Siswa memahami makna belajar sebagai proses
pengembangan diri, bukan sekadar nilai.- Terbangunnya budaya refleksi di
sekolah meski membutuhkan waktu dan konsistensi. |
|
3. Change (Upaya Berkelanjutan dan
Tindak Lanjut) |
Berdasarkan hasil evaluasi dan
refleksi, ditetapkan tindak lanjut untuk perbaikan berkelanjutan: a. Menetapkan jadwal refleksi
mingguan bagi guru dan siswa. b. Mengembangkan Komunitas Praktik
Guru (Lesson Study) untuk berbagi praktik baik. c. Menyusun Panduan Internal
Sekolah tentang pembelajaran mendalam. d. Meningkatkan fasilitas belajar
yang mendukung pembelajaran kreatif dan kolaboratif. e. Mendiseminasikan praktik baik melalui forum MKKS atau kegiatan
jejaring antar sekolah. |
- Terbangunnya budaya belajar
reflektif dan kolaboratif di sekolah.- Terwujudnya sistem pengelolaan
pembelajaran mendalam yang berkelanjutan.- Sekolah menjadi pusat inspirasi
bagi pengembangan pembelajaran bermakna dan menggembirakan. |
Dengan demikian, sekolah terus
berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem pembelajaran yang berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan, sejalan dengan visi Profil Pelajar
Pancasila dan semangat Kurikulum Merdeka.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut
Pembelajaran Mendalam telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu
proses pembelajaran di sekolah. Prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan
Menggembirakan menjadi landasan kuat dalam membangun ekosistem belajar yang
berorientasi pada karakter, kolaborasi, dan kebahagiaan belajar.
Keterlibatan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran terbukti mampu
menginspirasi dan menggerakkan guru untuk terus berinovasi.
B.
Saran
- Kepala sekolah perlu
mempertahankan dan memperluas praktik refleksi kolektif antar guru.
- Dinas pendidikan diharapkan
memberikan dukungan pelatihan lanjutan terkait pembelajaran mendalam.
- Perlu integrasi antara hasil
refleksi guru dan rencana pengembangan sekolah secara berkelanjutan.
4.
Perlu adanya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah
dalam bentuk pelatihan dan fasilitas.
5.
Guru perlu terus berinovasi dalam merancang
pembelajaran yang berorientasi pada siswa.
6.
Refleksi dan kolaborasi antar guru perlu dilakukan
secara rutin untuk menjaga keberlanjutan program.
L A M P I R A N
|
1.
Jurnal Harian |
|
2.
Dokumentasi
Kegiatan 3.
Instrumen
Monev |
|
4.
Surat
Undangan 5.
Surat
Tugas |
1.
JURNAL HARIAN
|
No |
Hari
/ Tanggal |
Kegiatan
Kepala Sekolah |
Catatan
Penting / Hasil Refleksi |
|
1 |
Sabtu, 19 Juli 2025 |
Rapat awal semester membahas
penguatan prinsip pembelajaran mendalam. |
Guru antusias; disepakati fokus
pada refleksi rutin dan pembelajaran kontekstual. |
|
2 |
Jumat, 25 Juli 2025 |
Supervisi kelas VII: Observasi
pembelajaran berbasis proyek. |
Siswa terlihat aktif dan mampu
bekerja sama; guru akan memperbaiki rubrik penilaian. |
|
3 |
Kamis, 31 Juli 2025 |
IHT Implementasi Pembelajaran
Mendalam |
a.
Meningkatkan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran
mendalam (deep learning). b.
Mempersiapkan guru dalam mengimplementasikan
pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa. c. Menyusun
rencana tindak lanjut implementasi pembelajaran mendalam di sekolah |
|
4 |
Rabu, 8 September 2025 |
Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan
Keseluruh warga sekolah |
Memperkuat pemahaman seluruh
warga sekolah tentang visi misi dan tujuan sekolah |
|
5 |
Rabu, 8 Oktober 2025 |
IHT Pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran mendalam ( Kecerdasan Artufisial dan coding ) |
a.
Meningkatkan pemahaman guru tentang peran teknologi
(terutama AI dan coding) dalam mendukung pembelajaran mendalam. b.
Mempersiapkan guru untuk mengintegrasikan teknologi
secara efektif, aman, dan bermakna dalam proses pembelajaran. c. Memberikan
pelatihan praktis pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengenalan coding
bagi peserta didik. |
2.
DOKUMENTASI KEGIATAN
A. Rapat awal semester membahas penguatan prinsip pembelajaran mendalam.
B. Supervisi kelas VIII: Observasi Pembelajaran
C. IHT Implementasi Pembelajaran Mendalam
D.
Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan Keseluruh warga
sekolah
E.
3.
INSTRUMEN MONEV
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(Prinsip: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)
Identitas Responden
1. Nama Guru :
_____________________________________
2. Mata Pelajaran :
_____________________________________
3. Jenjang Kelas :
_____________________________________
4. Sekolah :
_____________________________________
|
No |
Aspek yang Dinilai |
Indikator Penilaian |
Skor Penilaian (1–4) |
|
A. Aspek
Perencanaan (Planning) |
|||
|
1 |
Perencanaan
Pembelajaran Mendalam |
Guru
menyusun rencana pembelajaran yang mencantumkan prinsip berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan. |
1 2 3 4 |
|
2 |
Keterpaduan
Tujuan dan Profil Pelajar Pancasila |
Tujuan
pembelajaran disusun sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. |
1 2 3 4 |
|
3 |
Kesesuaian
Strategi Pembelajaran |
Metode
dan pendekatan yang digunakan mendukung pembelajaran mendalam (reflektif,
kolaboratif, dan kontekstual). |
1 2 3 4 |
|
4 |
Perencanaan
Refleksi Guru dan Siswa |
Terdapat
jadwal dan alat refleksi yang disiapkan guru untuk menilai proses belajar. |
1 2 3 4 |
|
B. Aspek Pelaksanaan
(Implementasi) |
|||
|
5 |
Penerapan
Prinsip Berkesadaran |
Guru
dan siswa menunjukkan kesadaran terhadap tujuan dan proses pembelajaran. |
1 2 3 4 |
|
6 |
Pembelajaran
Bermakna |
Kegiatan
belajar dikaitkan dengan konteks nyata dan pengalaman siswa. |
1 2 3 4 |
|
7 |
Pembelajaran
Menggembirakan |
Suasana
belajar kondusif, interaktif, dan menyenangkan; siswa aktif berpartisipasi. |
1 2 3 4 |
|
8 |
Refleksi
dalam Pembelajaran |
Guru
memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan refleksi terhadap apa yang
dipelajari. |
1 2 3 4 |
|
9 |
Kolaborasi
dan Interaksi |
Terjadi
interaksi positif antara guru dan siswa serta antar siswa dalam kegiatan
belajar. |
1 2 3 4 |
|
C. Aspek
Monitoring dan Evaluasi |
|||
|
10 |
Kegiatan
Supervisi Akademik |
Kepala
sekolah melakukan monitoring pembelajaran mendalam secara berkala. |
1 2 3 4 |
|
11 |
Evaluasi
Efektivitas Program |
Hasil
evaluasi digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran mendalam. |
1 2 3 4 |
|
12 |
Pelibatan
Guru dalam Refleksi |
Guru
terlibat aktif dalam kegiatan refleksi bersama kepala sekolah atau tim
kurikulum. |
1 2 3 4 |
|
D. Aspek Tindak
Lanjut (Follow Up) |
|||
|
13 |
Tindak
Lanjut Hasil Evaluasi |
Ditemukan
rekomendasi dan langkah konkret setelah evaluasi pembelajaran. |
1 2 3 4 |
|
14 |
Penguatan
Budaya Reflektif |
Sekolah
membangun kebiasaan refleksi rutin bagi guru dan siswa. |
1 2 3 4 |
|
15 |
Pengembangan
Praktik Baik |
Hasil
praktik baik pembelajaran mendalam didokumentasikan dan disebarluaskan. |
1 2 3 4 |
Keterangan Skor:
|
Skor |
Kriteria Penilaian |
|
4 |
Sangat Baik – Aspek terlaksana sepenuhnya dan
berdampak positif terhadap pembelajaran. |
|
3 |
Baik – Aspek terlaksana dengan baik namun perlu
sedikit perbaikan. |
|
2 |
Cukup – Aspek terlaksana sebagian namun belum
konsisten. |
|
1 |
Kurang – Aspek belum terlaksana atau tidak sesuai
prinsip pembelajaran mendalam. |
Hasil Akhir dan Interpretasi
|
Rentang Nilai Rata-rata |
Kategori |
Interpretasi |
|
3.51 – 4.00 |
Sangat Baik |
Pembelajaran mendalam terlaksana dengan optimal
dan berkelanjutan. |
|
2.51 – 3.50 |
Baik |
Pembelajaran mendalam terlaksana dengan baik namun
perlu penguatan. |
|
1.51 – 2.50 |
Cukup |
Pembelajaran mendalam mulai diterapkan tetapi
belum konsisten. |
|
1.00 – 1.50 |
Kurang |
Pembelajaran mendalam belum terlaksana secara
efektif. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar