Rabu, 12 Oktober 2022

GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 1 MOYO HILIR

 

GERAKAN LITERASI SEKOLAH

SMP NEGERI 1 MOYO HILIR

Bahwa dalam rangka menumbuhkembangkan budi pekerti dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, peserta didik di SMP Negeri 1 Moyo Hilir perlu melakukan gerakan moral untuk membangkitkan semangat gemar membaca melalui gerakan literasi yang diwujudkan dalam Geraklan Literasi Sekolah.

 A.       Dasar Hukum

1.      Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016  Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan       Dasar dan Menengah

2.       Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan dasar dan Menengah

3.  Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan dasar dan   menengah

4.   Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan dasar dan    Menengah

5.      Permendikbud Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Buku Teks Pendidikan dasar dan Menengah

6.  Permendibud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar   Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan dasar dan Menengah 

B.     Pengertian Tentang Literasi

1.   Literasi dasar  adalah kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, menulis, membaca, dan membilan ( counting ) berkaitan kemampuan untuk memperhitungkan ( calculating ), mempersepsikan informasi ( perceiving ), mengkomunikasikan serta menggambarkan informasi ( drawing ) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

2.  Literasi perpustakaan adalah kemampuan memahami cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodical, menggunakan catalog dan indeks sehingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan atau mengatasi masalah.

3.     Literasi media adalah kemampuan mengetahui berbagai bentuk media dan memahami tujuan penggunaannya.

4.      Literasi tekhnologi adalah kemampuan memahami kelengkapan yang memenuhi tekhnologi serta etika dan etiket dalam memanfaatkan tekhnologi, memahami tekhnologi untuk mencetak, mempresentasikan dan m,engakses internet.

5.      Literasi visual adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi tekhnologi dengan memanfaat materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat.

Sedangkan yang dimaksud dengan literasi di SMP Negeri 1 Moyo Hilir  yasng selanjutnya disebut GLS merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisifatif dengan melibatkan peserta didik, pendidik, warga kependidikan, kepala sekolah, dan pihak lainnya yang memiliki keinginan yang kuat  dalam gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 1 Moyo Hilir.

 

C.    Tim Penyelenggara Kegiatan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Moyo Hilir

1.      Penanggungjawab                         : Nurmawati, S.Pd ( Kepala Sekolah )

2.      Ketua                                            : Saiful Ikhsan, S.Pd ( Ur. Kurikulum )

3.      Sekretaris                                      : Abdullah, S.Pd ( Wakasek )

                                                                          Hendun Ardian, S.Pd ( Kepala Perpustakaan

4.      Bendahara                                     : Syamsul Bakhri ( Bendahara BOS )

5.      Anggota – anggota

-          Seksi Pembagian dan Pengumpulan Format

 Guru BP/BK sesuai kelas binaan masing – masing

-          Seksi Penilaian Sinopsis dan Literasi Alquran Peserta didik

 Guru Bahasa Indonesia

 Guru Agama dan Budi Pekerti

-          Seksi Bimbingan dan Pengawasan dan Pelaksanaan di Kelas

 Guru Mata Pelajaran yang mengajar pada jam pertama 

D.    Rincian Tugas Tim Penyelenggara Kegiatan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Moyo Hilir

 

1.      Penanggungjawab                                  : Nurmawati, S.Pd ( Kepala Sekolah )

-    Mengarahkan tim dalam pelaksanaan gertakan literasi agar menjadi gerakan masal di sekolah

-        Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan gerakan literasi di sekolah

2.      Ketua                                            : Saiful Ikhsan, S.Pd ( Ur. Kurikulum )

-     Mengkoordinir tim dalam melaksanakan tugas masing – masing dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan literasi di sekolah

3.      Sekretaris                                  : Abdullah, S.Pd ( Wakasek )

                                                                         Hendun Ardian, S.Pd ( Kep. Perpustakaan )

-          Menyediakan bahan format dan isian dan lain – lain

-          Bersamaan ketua mengatur ketersediaan dan pendistribusian alat/bahan literasi

-          Membuat laporan tentang pelaksanaan literasi di sekolah

4.      Bendahara                                               : Syamsul Bakhri ( Bendahara BOS )

-          Mengatur anggaran yang diperlukan dalam gerakan literasi sekolah

-  Berkoordinasi dengan kepala sekolah selaku penanggungjawab kegiatan dalam   penggunaan anggaran

-         Menyiapkan hadiah bagi peserta didik yang mendapast nilai terbaik

5.      Anggota – anggota

a.       Seksi Pembagian dan Pengumpulan Format

Guru BP/BK sesuai kelas binaan masing – masing

-          Membagi format dan isian sesuai kebutuhan

-          Menjelaskan cara pengisian format literasi

-          Mengumpulkan format isian yang telah diisi peserta didik.

-          Merekap hasil literasi peserta didik

b.      Seksi Penilaian Sinopsis dan Literasi Alquran Peserta didik

Guru Bahasa Indonesia

Guru Agama dan Budi Pekerti 

-          Mengumpulkan nilai peserta didik

-          Menilai hasil peserta didik

-   Menyampaikan hasil kepada sekretaris dan ketua untuk dijadikan  sebagai   dokumen

c.       Seksi Bimbingan dan Pengawasan dan Pelaksanaan di Kelas

                Guru Mata Pelajaran yang mengajar pada jam pertama

-      Membimbing dan mengawasi pelaksanaan literasi sekolah yang dilaksanakan     pada jam 07.15 sampai dengan 07.30

-    Bertanggungjawab terhadap kelancaran dan ketertiban pelaksanaan literasi di   lapangan/kelas masing – masing

-          Mengatasi permasalahan pelaksanaan literasi di lapangan/kelas masing – masing

E.     Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Moyo Hilir

1.      Kegiatan literasi telah ditetapkan sebagai gerakan yang melibatkan seluruh unsure           sekolah

2.      Gerakan literasi adalah gerakan yang harus dilaksanakan sebaik – baiknya dan penuh       tanggungjawab

3.      Gerakan literasi baik literasi umum maupun literasi alquran dilaksanakan secara masal   di kelas masing – masing setiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu mulai jam 07.   15 sampai dengan 07.30  sebelum pelajaran pertama dimulai.

4.      Jadwal Kegiatan Literasi

NO

 NAMA KEGIATAN/PROGRAM

 HARI

 WAKTU

1

Literasi  Al-Quran  ( Membaca dan Menghafal ayat – ayat pendek )

Selasa, Kamis,

07.15 – 17.30

2

Literasi  Umum  ( Peserta didik membaca buku – buku pengetahuan umum )

Rabu, Sabtu

07.15 – 17.30

3

Pekan Lietrasi

-       Lomba menghafal ayat – ayat   pendek

-       Lomba menyusun synopsis

-       Lomba menyusun ringkasan   buku yang dibaca

 

 

 

5.      Hasil dari penilaian literasi bagi peserta didik yang memiliki nilai terbaik diberikan           hadiah dalam bentuk dana motivasi

6.      Setiap hari jumat, peserta didik melaksanakan kegiatan imtaq

F.     Evaluasi 

1.    Setiap satu semester akan diadakan evaluasi untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan dari pelaksanaan program literasi sekolah.

2.   Hasil evaluasi digunakan untuk memperkuat dan memperbaiki pelaksanaan gerakan literasi sekolah.

PENGEMBANGAN PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH KEGIATAN KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMPN 1 MOYOHILIR TAHUN 2022/2023

 

PENGEMBANGAN PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH

KEGIATAN KARYA ILMIAH REMAJA (KIR)

DI SMPN 1 MOYOHILIR

TAHUN 2022/2023

 

I.         LATAR BELAKANG

 

Arah kebijakan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan, yang telah ditetapkan salah satunya adalah, mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah,terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lingkungan sendiri sesuai dengan potensinya.  Misi pendidikan nasional dalam GBHN menetapkan “terwujudnya sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggung jawab memiliki ketrampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan mutu manusia Indonesia untuk memberikan bobot yang relevan dengan perkembangan jaman. Oleh karena itu, manusia Indonesia yang hendak dihasilkan oleh pendidikan nasional semestinya berorientasi lokal agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitarnya, berwawasan nasional agar  tetap mengarah pada tercapainya misi nasional, serta berwawasan global agar dalam jangka panjang memiliki kemampuan untuk bersaing secara nasional dan internasional.

Mutu sumber daya manusia suatu bangsa tergantung pada mutu pendidikan, dan hal ini tak lepas dari peran guru. Dengan berbagai strategi, perbaikan mutu pendidikan  diarahkan untuk meningkatkan mutu siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dasar, penguasaan bahasa asing dan penanaman sikap dan perilaku yang mencerminkan budi pekerti.  Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut di atas, Dinas Pendidikan nasional melalui Dirjen Dikdasmen sejak Tahun 1977 s.d 2011 telah memfasilitasi dan mendampingi pelajar Indonesia dalam mengikuti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR), yang berhubungan dengan kemampuan siswa SMP dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

 

II.      TUJUAN

 

   Tujuan Pembinaan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMPN 1 Moyohilir antara lain:

 

1.    Membangkitkan minat dan memupuk kegemaran siswa SMP, di SMPN 1 Moyohilir Kabupaten Sumbawa untuk melakukan penelitian yang bersifat ilmiah.

2.    Menggalakkan dan merangsang para siswa di SMPN 1 Moyohilir Kabupaten Sumbawa untuk mengembangkan penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berguna untuk masyarakat,  serta meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa dibidang Ilmu dan teknologi.

3.    Memupuk rasa kepedulian terhadap permasalahan yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Sumbawa.

 

III.   DESKRIPSI PROGRAM

 

Program pengembangan diri Kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMPN 1 Moyohyilir ini dilaksanakan untuk memanfaatkan waktu luang  siswa SMP untuk melakukan penelitian Ilmiah. Sehingga dari kegiatan ini dapat ditumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi  siswa SMP dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam dan potensi lingkungan sekitarnya melalui penelitian Ilmiah.

Cakupan dari bidang yang dibina pada Kegiatan Karya Ilmiah Remaja di SMPN 1 Moyohilir antara lain ada 3(tiga) bidang yaitu;   

1.      Bidang ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan

2.      Bidang ilmu pengetahuan alam dan lingkungan

3.      Bidang teknik dan rekayasa

IV.    FAKTOR PENDUKUNG KETERLAKSANAAN PROGRAM

 

Faktor pendukung terlaksananya program Kegiatan Karya Ilmiah Remaja ( KIR ) di SMPN 1 Moyohilir antara lain:

a.        Minat yang kuat dari siswa – siswi SMPN 1 Moyohilir untuk menjadi peserta binaan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja ( KIR ). Hal itu dapat dilihat ketika diadakan seleksi untuk menjadi siswa binaan, peserta seleksinya cukup banyak, sehingga diadakan seleksi yang lebih teliti untuk menjaring peserta binaan yang berkualitas.

b.       Sumber daya manusia yang mumpuni, yaitu guru Pembina Kegiatan Karya Ilmiah Remaja ( KIR ),  baik pada Bidang ilmu pengetahuan alam dan lingkungan , Bidang ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan dan Bidang teknik dan rekayasa.

c.        Motivasi yang kuat didapatkan siswa binaan setelah melihat prestasi kakak kelas sebelumnya yang telah berprestasi di Tingkat Nasional,sehingga hal tersebut memotivasi siswa binaan yang baru untuk bisa menyamai prestasi atau bahkan melebihi prestasi kakak kelasnya terdahulu. Terutama dalam pelaksanaan persiapan Lomba ke Tingkat Nasional, saat latihan presentasi, didatangkan kakak kelas yang dulu berprestasi di Tingkat nasional sebagai motivator bagi adik kelasnya, untuk bisa berprestasi lebih tinggi dari mereka.

 

V.       HASIL YANG DIHARAPKAN

 

Hasil yang diharapkan dengan diadakannya Program Kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMPN 1 Moyohilir yaitu:

1.      Terwujudnya suasana akademis di lingkup sekolah   melalui peningkatan kreativitas, kemampuan berkomunikasi secara Ilmiah dan   terwujudnya sikap ilmiah, serta kepedulian terhadap permasalahan yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Sumbawa.

2.      Dihasilkannya karya Ilmiah siswa SMP yang terbaik dalam berbagai bidang Ilmu Pengetahuan.

3.      Mencapai Juara I Tingkat Kabupaten, Tingkat Provinsi dan bahkan menuju Tingkat Nasional.

 

VI.    RINCIAN PEMBIAYAAN

 

Pembiayaan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMPN 1 Moyohilir, menggunakan berbagai sumber dana antara lain:

- Dari program peningkatan mutu BOS SMPN 1 Moyohilir tahun 2022/2023

- Swadaya dari peserta.

 

VII. JADWAL PELAKSANAAN

 

Jadwal pelaksanaan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja di SMPN 1 Moyohilir disusun dan diatur sedemikaian rupa sehingga tidak berbenturan dengan kegiatan lain dan kesibukan yang dilakukan guru pembina.

a.         Tempat dan Waktu Pelaksanaan

        Sore hari dan ditentukan oleh peserta kegiatan dan guru pembina termasuk waktu untuk melakukan penelitian lapangan dengan persetujuan kepala sekolah

b.         Peserta Pembinaan

        Peserta pembinaan  Kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMPN 1 Moyohilir    adalah  siswa-siswi  SMPN 1 Moyohilir  yang berminat mengembangkan diri menjadi peserta binaan Kegiatan KIR.

c.          Guru Pembina

 

Guru Pembina pada Program Kegiatan Karya Ilmiah Remaja SMP Negeri 1 Moyohilir ditangani langsung oleh Pembina KIR SMP Negeri 1 Moyohilir, yakni :Sudirman, S.Pd    ( Guru IPA SMP Negeri 1 Moyohilir )

 

VIII.        PENUTUP

 

Demikian Program Kegiatan Karya Ilmiah ini kami susun, untuk dapat dijadikan permakluman dan diperhatikan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan  Kelompok Ilmiah Remaja ( KIR ) SMPN 1 Moyohilir tahun 2022/2023, sehingga bisa dijadikan Program Unggulan Sekolah, serta dapat dijadikan panduan dalam menyongsong LPIR Tahun 2022/2023

Kami menyadari masih banyak kekurangan dari penulisan Program Karya Ilmiah Remaja (KIR) ini, dan masih jauh dari sempurna, sehingga dengan rendah hati kami menerima saran dan kritikan yang membangun demi majunya Kegiatan KIR di SMPN 1 Moyohilir Sumbawa Besar. Semoga Allah SWT.  meridhlai kegiatan kita, amin.

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 02 Juli 2022

PUISI CINTA

                               ASA  YANG  PERGI

Betapa gamangnya aku
ketika terombang ambing ketidakpastian
akan  sebuah keinginan rasa
yang kerapkali hadir disetiap deretan tanyaku
bahkan di waktu dan masaku
Kucoba menata sikap.agar kupahami makna diri
akan hasrat bukanlah kesia-siaan
Inikah isyarat yang tertancapkan
pada dinding- dinding rembulan.
Isyarat akan sebaris syair tentang asa
Yang jadikan diamku tersentak.
Entahlah……
Sedang diam pun tak terduga
Kata tergurat menepis hati tersimpan
Tak ku tahu akan laku gugurkan jiwa
Sepi...tak bertuan
Ragu menemani langkah menoreh hampa
Aku telah mati di persimpangan.
                                                                                     2013

Selasa, 01 Desember 2020

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR DARI RUMAH ( BDR )


LAPORAN

PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR DARI RUMAH
( BDR )

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP NEGERI 1 MOYOHILIR

KABUPATEN SUMBAWA

Jalan Pendidikan No. 06 Moyo Telp. ( 0371 ) 625507

 

 

Selasa, 17 November 2020

Best Practice ( Pembelajaran Berorientasi Higher Order Thinking Skills - HOTS )


BAB I

PENDAHULUAN

     Latar Belakang Masalah

Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang dilakukan selama ini, sebagian guru menggunakan buku siswa dan buku guru sebagai acuan dan sumber belajar. Karena sebagian guru meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal dalam prakteknya banyak  mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, guru masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS).  Disamping itu guru juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria, siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’.

Untuk menghadapi era globalisasi, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).  Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL. PBL merupakan model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, PBL membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi. 

Setelah melaksanakan pembelajaran dengan model PBL, penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Praktik pembelajaran PBL yang berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model PBL.

B.        Jenis Kegiatan

         Program pengembangan profesi yang dilakukan melalui peningkatan kompetensi permbelajaran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas  lulusan. Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practice ini adalah kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia  Kelas IX  dengan materi pokok teks cerpen

C.        Manfaat Kegiatan

   Manfaat best practice ini adalah meningkatkan kompetensi siswa yang berorientasi HOTS ( Higher Order Thiking Skills ) yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, PBL membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi. 


 

Kamis, 05 April 2018


PERNAHKAH KAU TANYAKAN

Pernahkah kau tanyakan tentang diam yang menukik lalu terhempas di ujung ilusi
Hariku menggerutu runtut di simpang siang yang membakar
Menakar hidup antara bertahan dan mempertahankan
Dilema rindu akan sejuknya pagi dengan angin yang mengalun.

Pernahkah kau tanyakan, tentang keluh setiap arah mata memandang matahari pagi
Hariku mengalir lesu pada tiap ranting kering yang patah
Meluluhlantakkan keinginan akan sebuah perubahan sikap
Menghentak detak pada detik yang semakin melambat
Tiada angin yang memainkan pucuk – pucuk daun mangga
Tiada debu yang harus dikibas dengan saputangan berwarnah merah

Pernahkan kau tanyakan, tentang deguban jantung ketika aku melangkah ke arahmu
Getaran  rasa merebahkan tiap laku di daun pintu dan jendelamu
Kering merenda sisi sungai dimusim kemarau yang panjang sepanjang tahun
Menghitung waktu pertemuan denganmu pun terhujam diujung belati prajurit tua

Pernahkah kau tanyakan, tentang letih menggurui pagi yang indah
Hati hitam menghitam setiap tarikan deru biru membiru melaju
Membakar gemeratakan besi tua yang tak berkarat dan kering tanpa rasa
Panas gesekan luapkan amarah tanpa nada dan syair, bahkan kesanpun
melangkah diam membelakangi asa

Pernahkah kau tanyakan, tentang rindu pada jiwa yang berantakan
Pagi menggeser siang, siang menggeser malam dalam dekapan dan rintihan
Kepura – puraan senyapkan kisah berkisah di dinding – dinding malam
Hati dan jantung berdendang ketika sorak sorai binatang kecil melagu

Pernahkah kau tanyakan, tentang janji yang tertoreh pada batang padi
Ketika musim memetik buah, batang berdiri kaku dan mati diatas hamparan kisah
Tak pernah menuntut walau akhirnya terbakar dan hancur menghitam
Hingga menorehkan janji baru pada batang baru dan harapan baru

Pernahkah kau tanyakan, tentang gema suaramu menyapa pagi
Di sela – sela rindangnya daun bunga sepatu
Suaramu itu, menggugurkan daun – daunnya yang kering dan menguning
Terhempas ke tanah yang basah bekas gerimis menjelang subuh
Kemudian terkoyak oleh injakan sepatu tak beradat

Pernahkah kau tanyakan, tentang hari ini kami mengubah laku menjadi kaku
Merah meriang berlaku, ingin dingin merinding. Kau membatu
Membungkus aturan dalam kemasan asa yang menggunung
Dan kami membukanya dengan celoteh debu diatas aspal

Pernahkah kau tanyakan tentang aku, kami, kita yang kehilangan arah…..?



Effunk, 18 September 2020